Thursday, December 25, 2008

Ucapan 'Umar Tentang Jama'ah dan Islam

Perkataan ‘Umar bin al-Khattab radhiallaahu ‘anhu yang sering dikutip oleh kawan-kawan harakah Islamiyyah : “Tidak ada Islam kecuali dengan jama’ah dan tidak ada jama’ah kecuali dengan imarah (pemerintahan/kekuasaan) dan tidak ada imarah kecuali dengan ketaatan”.
Riwayat tersebut lengkapnya adalah sebagai berikut:



أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنِى صَفْوَانُ بْنُ رُسْتُمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ قَالَ : تَطَاوَلَ النَّاسُ فِى الْبِنَاءِ فِى زَمَنِ عُمَرَ ، فَقَالَ عُمَرُ : يَا مَعْشَرَ الْعُرَيْبِ الأَرْضَ الأَرْضَ ، إِنَّهُ لاَ إِسْلاَمَ إِلاَّ بِجَمَاعَةٍ ، وَلاَ جَمَاعَةَ إِلاَّ بِإِمَارَةٍ ، وَلاَ إِمَارَةَ إِلاَّ بِطَاعَةٍ ، فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفَقْهِ كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ ، وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ كَانَ هَلاَكاً لَهُ وَلَهُمْ.


Hadits mauquf (hanya sampai ke sahabat) atau atsar ini diriwayatkan oleh al-Imam ad-Darimi dalam Sunan ad-Darimi (I/284).
Rawi-rawinya adalah sebagai berikut:
1. Yazid bin Harun
2. Baqiyyah
3. Shafwan bin Rustum
4. ‘Abdu ar-Rahman bin Maisarah
5. Tamim ad-Dari
Tamim ad-Dari radhiallaahu ‘anhu berkata :
Orang-orang telah berlomba-lomba mendirikan bangunan pada zaman ‘Umar maka ‘Umar berkata :”Wahai sekalian orang-orang ‘Arab, bumi (tanah)! bumi (tanah) !, sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan jama’ah dan tidak ada jama’ah kecuali dengan imarah, dan tidak ada imarah kecuali dengan ketaatan, barang siapa kaumnya menghitamkan (maksudnya mempengaruhi, mengajari, mencelup) dia dengan fiqh maka itu adalah kehidupan baginya dan bagi mereka dan barang siapa kaumnya menghitamkan dia dengan selain fiqh maka itu adalah kehancuran bagi dia dan mereka.”

Riwayat tersebut juga disebutkan oleh al-Imam Abu ‘Umar bin ‘Abdi al-Barr dalam Jami’u Bayani al-‘Ilmi wa Fadhlihi (I/260) dengan sanad yang sama.

Kedudukan riwayat tersebut diperselisihkan keshahihannya dengan sebab rawi no. 3 yang bernama Shafwan bin Rustum.

al-Imam al-Hafidz adz-Dzahabi menilai Shafwan adalah majhul (tidak dikenal), beliau menukil dari al-Azdi bahwa Shafwan haditsnya munkar (Lisaan al-Miizaan (I/498) dan Miizaan al-I’tidal (2/316))
menurut ilmi musthalah hadits, karena haditsnya munkar dan juga beliau (Shafwan) majhul maka tidak mungkin terangkat menjadi hasan li ghairihi kalau ada jalur sanad yang lain. Setelah saya teliti dan berusaha mencari-cari jalan-jalan lain ternyata tidak ada, kalaupun ada tidak akan mampu mengangkat kelemahan riwayat tersebut.
Sehingga in my humble opinion riwayat tersebut adalah lemah dan tidak bisa menjadi sandaran dalam ber-Islam.
ALLAH A'lam

0 comments:

Followers

Google Friend Connect

Google Friend Wall

  © Blogger template Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP