Reinterpretasi Ucapan Imam Ahmad “لا كيف ولا معنى”
Pendahuluan Dalam khazanah teologi Islam klasik, pembahasan mengenai sifat-sifat Allah (ṣifāt Allāh) menempati posisi yang sangat sentral, terutama dalam relasinya dengan persoalan epistemologi dan bahasa. Salah satu pernyataan yang sering dijadikan rujukan dalam konteks ini adalah ungkapan Imam Ahmad: «نؤمن بها ولا كيف ولا معنى» Ungkapan tersebut kerap dipahami secara literal sebagai penafian terhadap makna. Namun, pembacaan semacam ini berpotensi menimbulkan reduksi konseptual yang tidak sejalan dengan kerangka metodologis ulama salaf. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang lebih cermat terhadap struktur makna dan konteks penggunaan istilah dalam ungkapan tersebut. Problematika Interpretasi Pemahaman literal terhadap frasa “ولا معنى” sering kali melahirkan kesimpulan bahwa ayat-ayat sifat tidak memiliki makna yang dapat dipahami. Konsekuensinya, muncul kecenderungan untuk mengosongkan makna (tafwīḍ al-ma‘nā) secara total. Pendekatan ini, apabila ditinjau secara epistemologis, meni...