Posts

Showing posts from March, 2026

Reinterpretasi Ucapan Imam Ahmad “لا كيف ولا معنى”

Pendahuluan Dalam khazanah teologi Islam klasik, pembahasan mengenai sifat-sifat Allah (ṣifāt Allāh) menempati posisi yang sangat sentral, terutama dalam relasinya dengan persoalan epistemologi dan bahasa. Salah satu pernyataan yang sering dijadikan rujukan dalam konteks ini adalah ungkapan Imam Ahmad: «نؤمن بها ولا كيف ولا معنى» Ungkapan tersebut kerap dipahami secara literal sebagai penafian terhadap makna. Namun, pembacaan semacam ini berpotensi menimbulkan reduksi konseptual yang tidak sejalan dengan kerangka metodologis ulama salaf. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang lebih cermat terhadap struktur makna dan konteks penggunaan istilah dalam ungkapan tersebut. Problematika Interpretasi Pemahaman literal terhadap frasa “ولا معنى” sering kali melahirkan kesimpulan bahwa ayat-ayat sifat tidak memiliki makna yang dapat dipahami. Konsekuensinya, muncul kecenderungan untuk mengosongkan makna (tafwīḍ al-ma‘nā) secara total. Pendekatan ini, apabila ditinjau secara epistemologis, meni...

Tentang petunjuk (hadyu) Nabi ﷺ dalam dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha)

Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan salat dua hari raya di mushalla (lapangan terbuka), yaitu mushalla yang terletak di dekat pintu timur kota, tempat biasanya diletakkan perlengkapan jamaah haji. Beliau tidak melaksanakan salat Id di masjidnya kecuali satu kali saja, yaitu ketika turun hujan, sehingga beliau mengimami mereka salat Id di dalam masjid—jika hadis ini sahih—sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan Ibnu Majah. Petunjuk beliau adalah selalu melaksanakan salat Id di mushalla. Beliau juga mengenakan pakaian terbaik ketika keluar untuk salat Id. Beliau memiliki satu pakaian khusus yang dipakai untuk dua hari raya dan juga hari Jumat. Terkadang beliau memakai dua kain berwarna hijau, dan di waktu lain memakai kain berwarna merah. Namun, warna merah tersebut bukan merah polos seperti yang dipahami sebagian orang. Jika demikian, tentu tidak disebut sebagai “burd” (kain bergaris). Sebenarnya kain itu memiliki garis-garis merah seperti kain Yaman, sehingga disebut merah karen...